Showing posts with label Ekosistem. Show all posts
Showing posts with label Ekosistem. Show all posts

Friday, December 7, 2018

Gimana Sih Nasib Media Sosial Di Masa Depan?

Gimana Sih Nasib Media Sosial Di Masa Depan?


Media sosial Facebook sempat berjaya, menjadi salah satu cara komunikasi baru di era digital. Namun seiring waktu, kepopuleran Facebook seolah meredup dengan kedatangan Instagram dan Snapchat.


Peralihan cara berkomunikasi pun tampak semakin jelas. Mulanya, pengguna media sosial gemar berbagi status atau gambar untuk muncul di feed. Lambat laun, fitur stories di berbagai platform media sosial mengubah kebiasaan tersebut.

Fitur stories bahkan disebut menyalip feed sebagai cara utama orang-orang dalam berbagi sesuatu kepada teman mereka. Menurut perusahaan konsultan Block Party, pembuatan dan konsumsi stories meningkat hingga 842 % sejak awal 2016.

Hampir satu miliar akun di Snapchat, Instagram, Whatsapp, Facebook dan Messenger membuat dan menonton tayangan stories. Pergeseran cara ini terbilang luas. Pengguna kini mempertimbangkan bagaimana setiap momen bisa ditambahkan demi menunjukkan eksistensi mereka.


Media sosial juga turut berperan dalam pergeseran ini, mereka terus memperbarui desain tampilan dan lebih menyoroti kamera serta stories pengguna. Alhasil, pengiklan harus memikirkan ulang pesan persuasif mereka dalam sebuah stories yang sanggup memikat pengguna tanpa mengklik iklan tersebut lebih lanjut.

Seperti dilansir dari TechCrunch, stories di WhatsApp memiliki lebih dari 450 juta pengguna aktif per harinya. Stories di Instagram melebihi 300 juta pengguna, dan Facebook Messenger lebih dari 70 juta pengguna.

Ini merupakan data yang bisa menjadi gambaran masa depan. Block Party menghitung bahwa stories tumbuh 15 kali lebih cepat ketimbang feed pada kuartal kedua 2016 hingga kuartal ketiga pada 2017.

Jumlah itu bahkan belum termasuk stories AMP baru Google yang dipakai oleh Netflix dan stories sebagai fitur baru Youtube.


CEO Facebook, Mark Zuckerberg mengakui bahwa perusahaannya bakal lebih fokus ke stories. Ia juga berencana menghadirkan fitur iklan di stories dan memastikan formatnya sama baiknya seperti iklan pada feed.

Pendiri dan eks CEO Instagram, Kevin Systorm sendiri tak menyadari jika fitur stories akan menjadi cara berkomunikasi yang digandrungi banyak pengguna. Saat dirilis, Systorm mengatakan, “itu hanya membuat Kamu bisa melihat sorotan”.

Systorm tampak memandang stories sebagai media yang sederhana untuk berkomunikasi. Siapa sangka, fitur ini sekarang sangat akrab di kalangan pengguna media sosial, sehingga berbagai platform juga mengadopsi stories.

Friday, April 21, 2017

Ini Dia Kota Terbaik Smart City

Ini Dia Kota Terbaik Smart City


PT Telkom Indonesia memberikan Penghargaan Smart City Nusantara kepada tiga instansi pemerintah, yakni Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Pemerintah Kota Bogor dan Pemerintah Kabupaten Kediri.

Penghargaan Smart City Nusantara merupakan persembahan kepada 71 Pemerintah Daerah yang telah mengimplementasikan Smart City Nusantara dalam mengelola pemerintahannya.

Seiring dengan berlangsungnya penyerahan Penghargaan Smart City Nusantara, di Bogor juga dilaksanakan kick-off Smart City Nusantara Community Bogor.

Smart City Nusantara merupakan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembangunan dan pengelolaan sebuah kota atau daerah dengan tujuan meningkatkan kemampuan kerja dan kinerja pemerintah.

Penerapan konsep Smart City dimaksudkan agar pemerintah mampu memberikan pelayanan berkelanjutan, efektif serta dapat meningkatkan kenyaman dan keamanan kehidupan masyarakat dan mengutamakan kearifan lokal.

Baca Juga : Sukabumi Menuju Smart City

"Penghargaan Smart City Nusantara merupakan bentuk apresiasi dari PT Telkom Indonesia Indonesia atas inisiatif Pemerintah Daerah dalam mengimplementasikan Smart City," ujar Direktur Enterprise & Business Services PT Telkom Indonesia Muhammad Awaluddin.

Awaluddin menambahkan, penghargaan Smart City Nusantara ini merupakan upaya PT Telkom Indonesia untuk turut serta meningkatkan kinerja Pemda melalui implementasi Smart City Nusantara.

Penerapan Smart City Nusantara juga diharapkan dapat membantu percepatan kemajuan daerah serta terciptanya pembangunan provinsi/kota/kabupaten yang berkelanjutan dari sisi ekonomi, sosial dan lingkungan.

Penghargaan Smart City Nusantara akan turut diberikan kepada 68 Pemda lainnya yang telah sukses mengimplementasikan Smart City Nusantara, bertepatan pada HUT ke-71 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2016.

Penghargaan tersebut nantinya diserahkan melalui perwakilan PT Telkom Indonesia di PT Telkom Indonesia Regional/Witel seluruh Indonesia sebagai bagian dari Program 'Satu Smart City Satukan Indonesia'.

Penghargaan Smart City Nusantara diberikan dalam bentuk penyediaan ICT kepada masyarakat di ares publik Pemerintahan Daerah setempat seperti intnernet akses berbasis Wifi layanan Social Media Analitic, Layanan Pustaka Digital dan layanan Qbaca.

Telkomsel Terus Berinovasi Mendorong Ekosistem Digital di Kota Bogor

Telkomsel Terus Berinovasi Mendorong Ekosistem Digital di Kota Bogor


Sebagai salah satu besar yang menjadi penyangga Ib Jakarta, Kota Hujan, yaitu Bogor menjadi bagian terpenting dalam penambahan kekuatan ekosistem digital dalam keseharian masyarakat di Indonesia.

Hal itulah yang mendasari Telkomsel untuk terus melakukan percepatan penetrasi layanan digital di Kota Hujan, yaitu Bogor, yang mana salah satu strategi yang dilakukan adalah dengan melakukan proses perpindahan layanan pelanggan GraPARI Telkomsel Kota Hujan, yaitu Bogor yang kini hadir lebih modern dengan mengusung nuansa digital dalam konsep operasionalnya.

Baca Juga : Sukabumi Menuju Smart City

GraPARI Telkomsel Kota Hujan, yaitu Bogor terletak di Lantai Dasar Plasa Telkom Kota Hujan, yaitu Bogor, Jl. Pajajaran No. 37 Kota Hujan, yaitu Bogor dan telah beroperasi sejak Desember 2016. Direktur Sales Telkomsel Mas'ud Khamid meresmikan operasional GraPARI tersebut dan disaksikan juga oleh perwakilan Pemkot Kota Hujan, yaitu Bogor.

Menurut Mas'ud, GraPARI Telkomsel Kota Hujan, yaitu Bogor ini merupakan GraPARI ke 433 secara nasional dan ke-11 yang ada di wilayah Kabupaten dan Kota Hujan, yaitu Bogor.

"Proses perpindahan dan penambahan kekuatan konsep layanan GraPARI Telkomsel Kota Hujan, yaitu Bogor saat ini merupakan respon cepat kami atas kebutuhan pelanggan yang cukup tinggi dalam memanfaatkan beragam produk dan layanan Telkomsel, khususnya layanan digital," kata dia.

"Kami melihat potensi yang menjanjikan dalam pemanfaatan ekosistem digital oleh masyarakat Kota Hujan, yaitu Bogor guna mendukung keseharian mereka serta pengembangan konsep Smart City yang telah dicanangkan oleh Pemerintah Kota Hujan, yaitu Bogor," paparnya lebih lanjut.

GraPARI Telkomsel Kota Hujan, yaitu Bogor yang baru ini diperkuat 22 petugas layanan yang siap membantu kebutuhan pelanggan dengan waktu operasional setiap hari Senin hingga Jumat, mulai pukul 08.00 sd 17.00 WIB, dan khusus hari Sabtu mulai pukul 08.00 sd 12.00 WIB.

Layanan GraPARI ini juga dilengkapi sejumlah fasilitas layanan berbasis digital lainnya seperti layanan ganti/upgrade simcard self service MyGraPARI, Games Corner (Mini Billiard, Mini Push Ball, dan Virtual Reality Games), Corporate Solution Room, aplikasi My NSP Touch Screen, Etalase TCASH serta booth Telkomsel POIN, yang akan menghadirkan kemudahan dan keseruan bagi pelanggan saat berkunjung ke GraPARI Telkomsel Kota Hujan, yaitu Bogor.

Executive VP Jabotabek Jabar Telkomsel Yetty Kusumawati yang ikut mendampingi saat peresmian GraPARI Telkomsel Kota Hujan, yaitu Bogor lebih lanjut menambahkan

"Selama tahun 2016 lalu, antusiasme dan adopsi pelanggan di Kota Hujan, yaitu Bogor terhadap layanan broadband dan digital Telkomsel meningkat cukup signifikan dengan pertumbuhan penetrasi layanan broadband dan digital Telkomsel mencapai 27,03%," jelasnya.

Sejak beroperasi di lokasi baru, rata-rata setiap harinya kunjungan pelanggan ke GraPARI Telkomsel Kota Hujan, yaitu Bogor mencapai 300 pelanggan, dengan layanan tertinggi yang diajukan pelanggan adalah layanan ganti kartu, terutama upgrade/migrasi uSIM 4G LTE yang mencapai sekitar 38 ribu pada tahun 2016 lalu.

Pencapaian tersebut juga didorong dengan semakin tumbuh dan meluasnya cakupan jaringan terdepan 4G LTE Telkomsel di Kota Hujan, yaitu Bogor yang kini sudah melayani hampir seluruh populasi masyarakat Kota Hujan, yaitu Bogor dengan dukungan 145 BTS 4G LTE dari total 1525 BTS yang melayani seluruh wilayah Kota Hujan, yaitu Bogor.

Saat ini Telkomsel telah menggelar sejumlah titik layanan pelanggan baik yang berkonsep walk-in maupun layanan via call center serta digital melalui akun resmi social media serta berbasis aplikasi seperti aplikasi MyTelkomsel.

Telkomsel juga telah menghadirkan layanan pelanggan GraPARI Internasional di 9 lokasi yang tersebar di beberapa negara, seperti Arab Saudi, Singapura, Hongkong, Macau dan lain sebagainya.

Salah satu layanan pendukung gaya hidup digital yang ingin terus didorong Telkomsel melalui kehadiran GraPARI Kota Hujan, yaitu Bogor ini adalah layanan digital payment TCASH.

Bersamaan peresmian GraPARI Kota Hujan, yaitu Bogor, Telkomsel menggelar acara GraPARI Food Festival yang menghadirkan sejumlah merchant kuliner khas Kota Hujan, yaitu Bogor, dengan konsep transaksi menggunakan layanan TCASH Tap yang akan memudahkan pelanggan dalam bertransaksi secara digital.

Meramaikan kehadiran GraPARI Kota Hujan, yaitu Bogor, Telkomsel mengajak masyarakat Kota Hujan, yaitu Bogor untuk memanfaatkan layanan digital payment TCASH melalui gelaran GraPARI Food Festival.

Telkomsel juga optimistis layanan TCASH akan terus berkembang di Kota Hujan, yaitu Bogor, terutama didorong dengan pertumbuhan pengguna TCASH di Kota Hujan, yaitu Bogor yang mencapai 179% dibandingkan tahun sebelumnya.

"Hari ini kami juga melakukan penadatangan kesepakatan kerja sama pemanfaatan layanan TCASH dengan dua merchant kuliner Kota Hujan, yaitu Bogor, yaitu Grand Garden Resto dan Ayam Juara Kota Hujan, yaitu Bogor. Ke depannya Telkomsel terus memperbanyak jumlah merchant di Kota Hujan, yaitu Bogor yang dapat melayani transaksi digital menggunakan TCASH," pungkas Yetty.

Wednesday, April 19, 2017

Apple Siapkan Dua Kamera Selfie di Iphone 8

Apple Siapkan Dua Kamera Selfie di Iphone 8

iPhone teknologi terakhir dari Apple
iPhone teknologi terakhir dari Apple
Perusahaan asal Amerika yang berbasis gadget bernama Apple dikabarkan tengah mengembangkan, bukan hanya satu, melainkan tiga atau lebih prototipe iPhone 8, dengan berbagai fitur dan inovasi baru yang membuat konsumen penasaran.

Mengutip Mashable, terdapat tiga model yang kini tengah dalam tahap pengembangan serius, dua diantaranya merupakan pembaruan iPhone 7 dan satu lainnya akan menjadi prototipe yang kontras dari generasi iPhone sebelumnya.

Model terbaru iPhone 8 disebut akan punya layar OLED di seluruh permukaan depan dan menggunakan pindak sidik jari alih-alih tombol home di bagian bawah. Selain itu, model tersebut juga dikatakan akan memiliki dual kamera di bagian belakang, dengan bodi ponsel sepenuhnya terbuat dari kaca.

Perusahaan asal Amerika yang berbasis gadget bernama Apple juga disebut tengah menguji berbagai ukuran layar untuk prototipe iPhone 8.

Salah satu rumor yang ramai diperbincangkan warganet adalah Perusahaan asal Amerika yang berbasis gadget bernama Apple juga dikabarkan akan menghadirkan fitur dua kamera selfie di iPhone 8, teknologi yang sebelumnya sudah dikembangkan ponsel Android dari China.

Generasi terbaru iPhone itu disebut akan rilis pada September mendatang.

Trump Kick Barrack Obama dari Grub WhatsApp

Trump Kick Barrack Obama dari Grub WhatsApp


Sebuah video pendek di 9GAG berupa parodi perbincangan pemimpin dunia usai pelantikan Presiden Amerika Serikat saat ini, Donald Trump sebagai presiden Amerika Serikat mendadak viral.



Dalam video yang baru diunggah di akun Instagram 9GAG itu, digambarkan ada beberapa figur pemimpin dunia terkenal seperti Angela Merkel, Obama, Vladimir Putin, Theresa May, Kim Jong Un dan tentu saja Trump, yang sedang berbincang di sebuah grup di WhatsApp.

Diawali oleh mantan Presiden Amerika Serikat dua periode, Barrack Obama yang terpaksa mengikutsertakan Presiden Amerika Serikat saat ini, Donald Trump ke dalam grup "World Leaders", percakapan dimulai. Presiden Amerika Serikat saat ini, Donald Trump yang baru saja dilantik itu segera mendominasi obrolan.

Pada video itu juga ditunjukkan bagaimana Presiden Amerika Serikat saat ini, Donald Trump mendepak mantan Presiden Amerika Serikat dua periode, Barrack Obama ketika ia ditunjuk sebagai admin grup dan kedekatannya dengan Putin.

Meski sangat berbau lelucon, video singkat itu meringkas hubungan Presiden Amerika Serikat saat ini, Donald Trump dengan pemimpin negara besar seperti Jerman, Rusia, dan Inggris.

Sudah diketahui umum Presiden Amerika Serikat saat ini, Donald Trump menjalin hubungan dekat dengan Putin. Kemesraan mereka telah ditunjukkan ke publik dalam beberapa kesempatan.

Presiden Amerika Serikat saat ini, Donald Trump juga dikenal berseberangan dengan kebijakan pro-imigran yang diberlakukan oleh Jerman di bawah Merkel.

Hingga berita ini ditulis, video percakapan Presiden Amerika Serikat saat ini, Donald Trump dkk, telah diputar 4 juta kali dalam kurun 12 jam saja, dan mengundang lebih dari 30 ribu komentar.

Tentang Teknologi 10 Core Pertama di Dunia

Tentang Teknologi 10 Core Pertama di Dunia


Rutin setiap tahun Intel selalu merilis kekuatan prosesor tercanggih dalam seri Extreme Edition. Di 2016 lalu, Intel punya prosesor dengan 10 core.

Seri Extreme Edition merupakan kekuatan prosesor canggih yang dibuat untuk para pemain game, overclocker dan para antusias perakit komputer. Teknologi Core i7-6950X pertama kali diperkenalkan di ajang Computex 2016.

Teknologi Core i7-6950X tidak hanya dibekali teknologi terkini Intel, tapi di dalamnya juga ditanamkan 10 inti prosesor. Ya, 10 inti yang masing-masing bisa dipakai untuk melakukan proses.

Tiap inti kekuatan prosesor tersebut memiliki kecepatan 3 GHz yang masih bisa bertambah hingga 3,5 GHz berkat fungsi Turbo Boost.

Agar tetap prima pada saat menjalankan berbagai aktivitas berat secara bersamaan, fitur Intel Hyper-Threading juga masih ditanamkan. Jadi meski secara fisik Teknologi Core i7-6950X punya 10 inti, namun sistem operasi mengenalinya dengan 20 inti (10 inti virtual).

Dengan thread sebanyak itu, Intel yakin kekuatan prosesor Teknologi Core i7-6950X ini bisa tetap lancar ketika pengguna memainkan sekaligus merekam game beresolusi 4K dan menayangkannya secara streaming dalam resolusi Full HD (1.920 x 1.080) pada kanal video game, Twitch.

Untuk para videografer profesional, Teknologi Core i7-6950X juga bisa menyelesaikan berbagai proses rendering dengan lebih cepat jika dibandingkan dengan kekuatan prosesor Extreme Edition generasi sebelumnya, Teknologi Core i7-5960X. Intel mencatat, proses rendering 3D, mengedit video pada aplikasi Adobe Premier Pro, dan transcoding video masing-masing bisa dipercepat hingga 35 persen, 25 persen dan 20 persen.

Untungnya, seluruh lini kekuatan prosesor yang termasuk anggota keluarga Broadwell-E ini masih menggunakan soket 2011-v3 yang sebelumnya digunakan untuk lini kekuatan prosesor dengan codename Haswell-E pada chipset X99. Itu artinya, pengguna kekuatan prosesor Haswell-E tidak perlu memperbarui mainboard yang digunakannnya jika ingin memperbarui prosesornya.

Dengan performa yang luar biasa tersebut, Intel membanderolnya dengan harga yang sangat tinggi, yakni US$1.723 (sekitar Rp23 juta). Di saat yang sama, Intel juga merilis seri Extreme Edition yang lebih terjangkau untuk Kamu yang merasa kemahalan.

Di antaranya adalah Teknologi Core i7-6900K (octa-core; 3,2 GHz), Teknologi Core i7-6850K (hexa-core; 3,6 GHz), dan Teknologi Core i7-6800K (hexa-core; 3,4 GHz). Masing-masing dijual dengan harga US$1.089 (sekitar Rp14 juta), US$ 617 (sekitar Rp8,5 juta), dan US$434 (sekitar Rp 5,9 juta). Semua kekuatan prosesor tersebut rencananya akan tersedia dalam waktu dekat ini.

Layaknya seri Extreme Edition sebelumnya, seluruh lini kekuatan prosesor ini mendukung konfigurasi quad-channel memory. Konfigurasi multiplier-nya pun tidak dikunci sehingga pengguna bisa melakukan overclock untuk meningkatkan performanya lebih tinggi lagi.

Batalnya Intel Developer Forum

Batalnya Intel Developer Forum


Produsen mikroprosesor Intel memastikan batal menggelar konferensi besar yang mereka adakan setiap tahun. Keputusan Intel tersebut tak lepas dari kondisi pasar personal computer (PC) yang makin lesu dari tahun ke tahun.

Berdasarkan laporan Business Insider, ajang tahunan Intel Developers Forum (IDF) rencananya akan berlangsung pada 15 - 17 Agustus di San Francisco. Namun melalui situs Intel baru diketahui bahwa mereka batal menyelenggarakannya.

"Intel telah mengubah portofolio acaranya dan memutuskan meninggalkan program IDF di masa depan," tulis Intel di situs resminya, Selasa 18 April 2017.

Keputusan menghentikan IDF ini tak berlaku untuk tahun ini saja, tapi juga untuk selamanya. Padahal selama ini IDF menjadi tempat Intel memamerkan produk dan teknologi terbaru mereka setiap tahunnya.

IDF merupakan ajang Intel memperkenalkan beberapa produk populer mereka seperti prosesor generasi ke-6 dan ke-7 yang biasa disebut Skylake dan Kaby Lake. Di ajang ini pula, Intel memamerkan ke publik teknologi penyimpan data bernama Optane yang diklaim lebih canggih dari HDD maupun SSD biasa.

Keputusan Intel menghapus IDF dari kalender mereka tak bisa tidak dikaitkan dengan keadaan pasar PC yang melemah lima tahun terakhir. Meroketnya ponsel cerdas dan tablet merupakan faktor utama yang menenggelamkan PC.

Selain itu, faktor inovasi yang cenderung minim membuat PC makin ditinggal konsumen. Padahal di sisi lain, teknologi ponsel berkembang dengan cepat.

Data dari IDC menunjukkan pengiriman PC ke pasar di seluruh dunia di tahun 2016 berada di angka negatif sebesar 5,7 persen, turun menjadi 260.183.000 unit dari 275.790.000 unit.

Itu sebabnya Intel dikabarkan bakal beralih fokus ke pengembangan sektor teknologi baru seperti mobil swakemudi, kecerdasan buatan, dan Internet of Things. Sehingga ada kemungkinan Intel akan menggelar beberapa ajang yang lebih kecil dari IDF untuk memperkenalkan produk terbaru mereka di tiga sektor baru tadi.

Wanita Hamil yang Mendapatkan Sanksi Dari Instagram

Wanita Hamil yang Mendapatkan Sanksi Dari Instagram


Saat Brittany Perille Yobe mengunggah foto dan video dirinya sedang berlatih kebugaran via akun sosial media Instagram @brittanyperilleee, sontak para pengikutnya membeludak hingga 922 ribu.

Namun saat mengunggah foto perutnya yang kotak-kotak, ia malah terkena ‘tilang’ pengelola Instagram. Akunnya tidak bisa diakses dan seluruh foto serta video yang selama ini diunggah pun lenyap.

Tak kehilangan akal, ia membuat akun baru @brittanyperillee dengan keterangan, “Brittany Perille Yobe OFFICIAL Backup Account of @brittanyperilleee (will be reposting all deleted content).”

Akun ke-dua ini baru diikuti 3.594 follower dan Brittany pun baru mengunggah sekitar selusin foto dan video, termasuk artikel Cosmopolitan yang memuat berita tentang penghapusan akun pertamanya oleh Instagram.

Pihak sosial media Instagram menghapus akun pertama Brittany lantaran memuat foto dan video seksi. Namun sebagian netizen menilai Brittany 'dikenakan sanksi' lantaran nekat mempertahankan perut kotak-kota selagi hamil.

Soal itu, Brittany, yang akan melahirkan anak pertama pada Februari mendatang, punya alasan tersendiri. Ia sengaja berlatih keras di pusat kebugaran untuk menghilangkan rasa mual atau morning sickness.

Mual yang dirasakan Brittany di kehamilan kuartal pertama sempat mengendurkan semangatnya untuk berlatih kebugaran. Saat kehamilannya memasuki kuartal ke-dua, baru lah ia merasa lebih bersemangat.

Brittany sendiri sempat mengkhawatirkan komentar orang-orang kala melihat perutnya yang kotak-kotak alias six-pack, padahal ia sedang hamil. Tapi ia mendapat respon positif dari sejumlah follower.

Namun pihak pengelola sosial media Instagram memberikan respon berbeda. Brittany akhirnya menyadari akunnya sudah dihapus oleh pengelola Instagram. Ia kesal mendapat perlakukan diskriminatif saat sedang hamil.

“Semua yang Aku lakukan di video adalah kegiatan olah tubuh sebagaimana Aku pernah lakukan sebelumnya di video lain yang Aku unggah selama bertahun-tahun,”
Brittany menyesali tindakan sosial media Instagram menghapus akunnya. Sebab ia tak hanya memamerkan foto diri, melainkan juga melakukan bisnis. Ia memberikan panduan kebugaran dan menerima bayaran dari sponsor.

“Aku yakin Aku bukan satu-satunya wanita yang ‘dikenakan sanksi’ gara-gara mengunggah foto dan video anak dalam perut Aku,” katanya. Kini, Brittany lebih memilih untuk mencurahkan energi untuk akun baru @brittanyperillee.

Instagram, Sosial Media yang Penggunanya Paling Narsis

Instagram, Sosial Media yang Penggunanya Paling Narsis


Sosial Media Instagram berada urutan teratas sebagai platform media sosial paling banyak buat narsis dibanding Snapchat, Twitter dan Facebook.

Temuan itu mengacu pada riset terbaru yang melibatkan 10.000 orang partisipan generasi milenial, yang diusung LendEDU.

Dua pertiga partisipan juga mengakui bahwa mereka memberi jempol sebuah postingan dan video sebagai balasan dari orang yang sebelumnya memberi 'like' juga di postingan mereka.

"Generasi muda saat ini tidak akan mempermasalahkan kenapa mereka menggunakan media sosial seperti Instagram, Facebook, Snapchat, atau Twitter, mereka menggunakannya untuk memenuhi hasrat ego untuk terhubung di era digital, share aktivitas keseharian, dan pencitraan mereka pada publik," ungkap juru bicara LendEDU, seperti dilansir Daily Mail, baru-baru ini.

Riset itu menemukan bahwa ada 64 persen partisipan meyakini Sosial Media Instagram merupakan platform media sosial buat narsis. Angka itu lebih tinggi dibanding media sosial lainnya, seperti Facebook 10 persen, Snapchat 15 persen dan Twitter 11 persen.

"Pengguna Sosial Media Instagram dipengaruhi oleh satu hal penting, yakni 'like'."

Riset tersebut juga mempertanyakan: "Apakah kamu juga memberi jempol pada akun orang lain yang memberi 'like' di postinganmu?"

Reponsnya mengejutkan karena 67 persen partisipan menjawab 'Ya' karena itu merupakan kode tak tertulis di Instagram.

Temuan lainnya, adalah ketika mereka ditanyakan, "Apakah mereka atau ada orang lain menghapus postingan ketika tidak mendapat banyak acungan jempol atau like?"

Total 78 persen mengatakan mereka atau orang lain yang mereka kenal menghapus postingan begitu tidak mendapat banyak 'like'.

Temuan ini membuktikan bahwa mayoritas pengguna media sosial tidak sepenuhnya bermaksud membagi pengalaman mereka dengan orang lain, melainkan ingin mendapatkan banyak 'like'.

"Generasi milenial lebih memilih menyembunyikan kehidupan mereka sebenarnya dari publik daripada tidak mendapat 'like' di Instagram."

Saturday, April 15, 2017

Pergeseran Budaya Adalah Dampak dari Kemajuan Teknologi

Pergeseran Budaya Adalah Dampak dari Kemajuan Teknologi

Kemajuan teknologi membuat Pergeseran Budaya secara perlahan-lahan bergerak ke arah negatif
Kemajuan teknologi membuat Pergeseran Budaya secara perlahan-lahan bergerak ke arah negatif
Selama hidupnya, manusia senantiasa mempelajari dan melakukan perubahan-perubahan terhadap kebudayaannya sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lingkungan.

Hal ini adalah sesuatu yang wajar sebab kebudayaan diciptakan dan diajarkan dari satu generasi ke generasi berikutnya untuk memenuhi kebutuhan manusia itu sendiri, baik secara perorangan maupun berkelompok.

Dari kenyataan ini, tidak ada satupun kebudayaan dan perwujudan kebudayaan yang bersifat statis (tidak mengalami perubahan).

Menurut Melville J. Herskovits, budaya memiliki beberapa unsure, diantaranya : sistem bahasa, sistem peralatan hidup dan teknologi, sistem ekonomi dan mata pencaharian, sistem kemasyarakatan dan organisasi social, sistem ilmi pengetahuan, sistem kesenian, dan sistem kepercayaan.

Faktor yang bisa menyebabkan terjadinya proses perubahan sosialisasi kebudayaan ialah perubahan jumlah penduduk, penemuan-penemuan baru, pertentangan masyarakat, pemberontakan dan reformasi.

Modernisasi bisa merubah dari masa pra modern menuju masa modern. Modernisasi mencakup proses sosial budaya yang ruang lingkupnya sangat luas sehingga batas-batasnya tidak bisa ditetapkan secara mutlak (Rosdiana, 2010).

Seiring melihat pesatnya pekembangan zaman, peralatan hidup dan teknologi merupakan unsur terkuat dalam merubah pola kehidupan dan kebudayaan masyarakat dalam suatu daerah tertentu.

Karena teknologi membantu manusia dalam mencapai tujuan-tujuan dalam rangka memenuhi tuntutan kebutuhannya, baik kebutuhan jasmaniah dan rohaniah (Poeger, 1993; 4).

Globalisasi merupakan suatu tatanan mendunia yang tercipta akibat adanya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, sehingga unsur-unsur budaya suatu kelompok masyarakat bisa dikenal dan diterima oleh kelompok masyarakat lainnya.

Adanya pertukaran unsur-unsur budaya karena globalisasi ini mengakibatkan dampak-dampak yang besar bagi masyarakat.

Globalisasi merupakan suatu gejala terbentuknya sistem organisasi dan komunikasi yang mengikuti sistem nilai dan kaidah yang sama antara masyarakat di seluruh dunia karena adanya kemajuan transportasi dan komunikasi sehingga memperlancar interaksi antar warga dunia.

Dengan kemajuan teknologi dan komunikasi yang bisa merubah semuanya untuk lebih baik dan terarah.

Lewat terjadinya proses globalisasi ini, perubahan yang paling jelas terlihat adalah perkembangan dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

Tentunya pesatnya perubahan dalam bidang TIK ini pun membawa banyak perubahan budaya bagi masyarakat, karena dengan menggunakan media ini banyak hal yang dapat kita lakukan dan lebih banyak sumber ilmu pengetahuan yang dapat kita akses.

Meskipun tentunya disertai dengan berbagai pengaruh negatif yang termasuk didalamnya.

Istilah “teknologi” berasal dari bahasa Yunani yaitu tecnologis.

Technie berarti seni, keahlian atau sains: dan logos berarti ilmu. Teknologi, menurut Gaibraith dapat diartikan sebagai penerapan sistematik dari pengetahuan ilmiah atau terorganisasikan dalam hal-hal yang praktis.




Baca juga : Dampak Pemanfaatan Teknologi Informasi Dalam Dunia Pendidikan

Menurut Association for Educational Communication and Technology (AECT) adalah proses yang kompleks dan tepadu yang melibatkan orang, prosedur, ide, peralatan dan organisasi untuk menganalisis masalah, mencari problem solving, melaksanakan evaluasi dan mengelolah pemecahan masalah yang menyangkut semua aspek belajar manusia.

Teknologi dan Informatika (TIK) adalah bagian dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), yang merupakan suatu media atau alat bantu khususnya dalam dunia pendidikan yang mempermudah mengakses informasi dan merangsang siswa untuk belajar.

Ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) merupakan salah satu hasil usaha manusia untuk mencapai kehidupan yang lebih baik, yang telah dimulai pada permulaan kehidupan manusia.

Pendidikan serata ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) mempunyai kaitan yang erat seperti diketahui bahwa iptek menjadi bagian utama dalam isi pendidikan. Dengan kata lain pendidikan berperan sangat penting dalam pewarisan dan perkembangan iptek.

Kebudayaan adalah pola kelakuan yang secara umum terdapat dalam suatu masyarakat. Kebudayaan meliputi keseluruhan pengetahuan, kepercayaan, keterampilan, kesenian, moral, huikum, adat istiadat dan kebiasaan manusia sebagai anggota masyarakat.

Kebudayaan yang terdiri atas buah pikiran, sikap, nilai-nilai dan kebiasaan individu-individu, dipelajari berkat hidup mereka dalam linkungan sosial. bagi individu yang baru lahir, kebudayaan merupakan bantuan untuk melatihnya hidup efektif di dunia ini.

Kebudayaan dalam perspektif klasik pernah didefinisikan oleh Koentjaraningrat sebagai keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan identitas diri manusia yang diperoleh dengan cara belajar namun pergeseran budaya yang terjadi hingga hari ini, rupanya lebih banyak disebabkan makin majunya teknologi yang makin hari makin dekat dan nyata didepan mata.

Pada forum diskusi tentang sastra yang juga bagian dari KKI penulis Djenar Maesa Ayu berpendapat bahwa budaya tak ubahnya perjalanan waktu. Tidak pernah berhenti walau dalam bentuk benih-benih lemah yang tak kuat melawan pergantian zaman. Budaya juga tumbuh dalam suatu komunitas.

Budaya adalah kerangka acuan perilaku kehidupan bagi masyarakat pendukungnya yang berupa nilai-nilai (kebenaran, keindahan, keadilan, kemanusiaan, kebijaksanaan, dll ) yang berpengaruh sebagai kerangka untuk membentuk pandangan hidup manusia yang relatif menetap dan dapat dilihat dari pilihan warga budaya itu untuk menentukan sikapnya terhadap berbagai gejala dan peristiwa kehidupan dan pengaruh teknologi informasi dan komunikasi dalam pergeseran budaya meliputi dua sisi yaitu pengaruh positif dan pengaruh negatif.

Perkembangan teknologi tak pelak juga memengaruhi kebudayaan. Kebudayaan dan industrinya tertuang antara lain melalui pasar maya. Pengaruh positif yang dapat pula dirasakan dengan adanya adalah peningkatan kecepatan, ketepatan, dan kemudahan yang memberikan efisiensi waktu, tenaga dan biaya.

Sebagai contohnya yang mudah dilihat di sekitar kita adalah pengiriman surat hanya memerlukan waktu singkat, karena kehadiran surat elektronis (email), ketelitian hasil perhitungan dapat ditingkatkan dengan adanya komputasi numeris, pengelolaan data dalam jumlah besar juga bisa dilakukan dengan mudah yaitu dengan basis data (database), sejak internet begitu mudah diakses, maka beberapa pelaku industri budaya memercayakan proses industri seperti produksi, promosi, distribusi, dan transaksi melalui jalur maya ini. Sesuatu yang disebut sebagai e-marketing.

Demikian, dikatakan Bambang Tri Rahadian S Sn (Beng Rahadian) dalam forum diskusi subtema Ekonomi Kreatif (Industri Budaya), sebagai bagian dari Kongres Kebudayaan Indonesia. Menurutnya, selain mudah dalam sistem operasional, kelebihan internet adalah kemampuannya berinteraksi dan menjangkau audiens yang luas, dalam biaya yang tidak besar.

Budaya yang mendukung pada kemajuan Indonesia di masa depan mesti terus ditumbuhkan. Ini menuntut pergulatan budaya yang tidak diartikan secara sempit sebagai tradisi semata, namun lebih luas lagi sebagai sikap dan nilai yang membuat setiap warga negara Indonesia memiliki kapasitas untuk membuat negara ini lebih baik dan berperan secara global (Jakarta, Kompas.com).

Saling mengucapkan syukur dan selamat saat hari raya maupun event tertentu, tak lagi disusahkan dengan corat-coret dan persiapan panjang, cukup dengan mengetik pesan singkat via ponsel, maka dalam waktu lima menitpun rasanya balasan sudah bisa diterima.

Berkirim cerita dengan suratpun bisa digantikan panjang lebar dengan fitur email, yang bisa ditambahkan dengan gambar maupun suara sekalipun, tidak diperlukan lagi kaset tape recorder yang diselipkan hanya untuk membekali isi surat demi sesuatu yang lebih surprise.

Penyampaian berita pentingpun tak harus menunggu sehari dua lantaran kiriman Telegram yang tak kunjung muncul, tinggal luangkan waktu sejenak dengan harga maksimal 350 rupiah, kabar berita pentingpun dapat sampai ditujuan dengan selamat.

Baca Juga : Cara Mengatasi Efek Negatif penggunaan Teknologi Informasi


Sedangkan pengaruh negatif adalah, misalnya dari globalisasi aspek ekonomi, terbukanya pasar bebas memungkinkan produk luar negeri masuk dengan mudahnya.

Dengan banyaknya produk luar negeri dan ditambahnya harga yang relatif lebih murah dapat mengurangi rasa kecintaan masyarakat terhadap produk dalam negeri.

Dengan hilangnya pula rasa cinta terhadap produk dalam negeri menunjukan gejala berkurangnya rasa nasionalisme masyarakat kita terhadap bangsa Indonesia dan juga mempengaruhi perilaku insan–insan Indonesia yang akhirnya dapat berdampak buruk terhadap sikap dan perilaku mereka, karena teknologi informasi mempunyai daya tarik tersendiri yang bisa membuat manusia lupa akan dirinya sendiri.

Seperti lewat game, jejaring sosial dan pornografi. Yang paling hangat dalam ingatan kita tentunya kasus penculikan dan perkosaan yang dilakukan oleh pelajar beberapa waktu lalu yang justru dilakukan setelah pada mulanya berkenalan lewat media teknologi jejaring sosial online facebook.

Dalam pengiriman ucapan selamat dan lainnya via ponsel maupun E-mail, satu hal yang dapat dirasakan, kini tak ada lagi yang namanya rasa kehangatan ataupun perasaan menunggu-nunggu kiriman surat dari sang kekasih atau orang yang dicintai, karena dalam waktu sekian menitpun pasti akan ada jawabannya.

Pergeseran akibat teknologipun sedikit demi sedikit mampu mengikis rasa kehangatan dan kekeluargaan yang ada dalam kekerabatan sekaligus pula mempermudah komunikasi tanpa jangka waktu yang lama.

Terdapat berbagai cara yang dapat kita lakukan untuk mengurangi pengaruh negatif yang datang bersama dengan berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi agar budaya kita tidak hilang karena tergerus oleh derasnya modernisasi, diantaranya yaitu dengan membuat sebuah filter (penyaring) yang paling mendasar dalam diri kita sendiri yaitu kita kembali kepada ajaran agama. Keimanan dan ketakwaan yang teguh akan menyaring pengaruh kebudayaan barat dan kebudayaan bangsa lain. Hal ini harus dilakukan oleh segenap tokoh agama, masyarakat, pendidik dan para pemimpin.

Kita juga tidak menutup mata dari perkembangan TIK yang sekarang semakin pesat, karena lewat media itu, terdapat berbagai ilmu yang dapat kita contoh dan kita kembangkan untu memajukan bangsa Indonesia kita tercinta, sehingga dapat sejajar dengan negara-negara lain di kancah internasional.

Lewat teknologi informasi dan komunikasi juga dapat membawa efisiensi biaya dan tenaga. Karena dengan media itu, terdapat berbagai kegiatan yang dapat kita lakukan dengan lebih mudah dan cepat.

Semoga kita dapat memanfaatkan media teknologi informasi dan komunikasi ini secara optimal dan pada porsi yang tepat.

Perspektif Manusia dan Kemajuan Teknologi Informasi

Perspektif Manusia dan Kemajuan Teknologi Informasi

Manusia dan Perspektif Pikirannya kepada kemajuan teknologi
Manusia dan Perspektif Pikirannya kepada kemajuan teknologi
Pengertian globalisasi dapat diartikan sebagai mendunianya berbagai masalah di internal, nasional, dan regional. Masalah yang semula hanya berputar pada tingkat lokal, nasional dan regional secara cepat akan berkembang menjadi masalah di dunia.

Batas-batas fisik antar Negara yang semula membatasi lalu lintas orang, tenaga kerja, barang dan jasa, modal, teknologi, informasi, dalam era globalisasi menjadi begitu transparans tanpa adanya garis geografis yang membatasinya lagi, namun globalisasi bukanlah sebuah hal yang harus ditakuti dan dihindari, tetapi justru hasus disongsong dengan melakukan berbagai pembenahan sumber swadaya manusia atau human yang diantaranya meliputi peningkatan kualitas sumber swadaya manusia atau human yang berdaya saing.

Pengaruh globalisasi khususnya berkaitan dengan penguasaan teknologi informasi telah menimbulkan suatu perubahan tatanan kehidupan manusia atau human yang sedemikian cepatnya, dimana tidak ada satupun daerah yang tidak terjangkau oleh penyebaran informasi.

Dengan terjadinya perubahan yang cepat dalam masyarakat, maka bersamaan dengan itu terjadi pula perubahan cepat dalam pola berpikiran dan berkelakuan tiap individu maupun organisasi, termasuk TNI.

Media komunikasi dan informasi, dimasa kini telah berkembang jaringan komunikasi langsung yang bernama internet.Seperti halnya dengan berbagai teknologi baru di masa lalu, internet dan jaringan informasi langsung lainnya pasti akan berpengaruh besar pula pada dunia militer.Para prajuritpun sudah sangat paham bahwa sistem informasi telah mengubah dunia dengan cepat.

Organisasi yang menggunakan internet pasti akan mengalami kemajuan dibandingkan dengan organisasi yang tidak menggunakan internet, bahkan akan tertinggal atau mungkin tidak akan mampu menghadapi persaingan.

Fungsi internet begitu pentingnya bagi manusia atau human, diantaranyauntuk membuka semua pintu informasi dan data di seluruh dunia, untuk mengetahui berita maupun data yang nyata atau rekayasa untuk tujuan-tujuan tertentu, dan untuk mencari perbandingan-perbandingan data maupun informasi.

Di samping menguntungkan, kemajuan teknologi informasi juga menimbulkan suatu dampak yang negatif, terutama karena tingkat kesiapan masyarakat yang masih rendah dalam menerima dan menganalisis informasi.

Informasi yang sifatnya menghasut, yang dapat menimbulkan ketidakstabilan kehidupan masyarakat, baik politik, ekonomi, sosial budaya maupun Hankam.

Bagi kelompok masyarakat yang berpendidikan rendah, tidak menutup kemungkinan masyarakat yang sedemikian ini mudah terpengaruh isu yang tidak benar dan menyesatkan, sehingga dapat menimbulkan kerawanan yang berakibat timbulnya perbuatan serta tindakan yang amoral atau melawan hukum.

Informasi yang tidak factual, apalagi yang mengandung agitasi dan propaganda harus diwaspadai karena dapat menyesatkan berpikiran dan tindakanmasyarakat, terutama kelompok masyarakat berpendidikan rendah contoh isu seputar upah buruh dan outsourching yang dieksploitasi besar-besaran, seolah-olah pemerintah menyengsarahkan buruh.Akibatnya massa buruhbertindak brutal dan anarkhis.Demikian juga isu-isu SARA yang sering dipublikasikan besar-besaran di media massa, bila tidak disikapi secara bijak, akan mudah memancing emosi massa.

Apabila kita memperhatikan peristiwa-peristiwa yang terjadi akhir-akhir ini, yang dipublikasikan melalui media massa seperti peristiwa amuk massa, pengrusakan atau blockade fasilitas-fasilitas umum, jalan, tempat ibadah, perkantoran, pertokoan dll; makaperistiwa-peristiwa tersebut sebenarnya tidak perlu terjadi, karena tindakan seperti itu, bukanlah karakter pribadi bangsa Indonesia, kepribadian kita adalah pribadi yang santun dan berbuat sesuai koridor hukum karena Negara kita adalah Negara hukum.

Sebagai contoh Aksi Demonstrasi buruh yang turun ke jalan baru-baru ini, yang menuntut kenaikan upah buruh sebesar 50 % dan menolak kenaikan upah buruh sebesar 10 % serta menolak system Outsouching, yang dilakukan dengan mengganggu kelancaranarus lalu lintas danmelakukan sweping terhadap rekan-rekan mereka yang tetap bekerja dan tidak mau turun ke jalan.

Kerugian dari peristiwa tersebut tidak hanya terkait dengan kerugian materi tetapi adanya kerugian yang jauh lebih mahal harganya, yaitu jatuhnya nama bangsa Indonesia.

Ada dua alasan mengapa masyarakat pada umumnya sangat mudah percaya olehisu-isu tanpa mengecek lebih dahulu kebenarannya, yaitu pertama, masyarakat Indonesia sudah terlalu sering menerima rekayasa informasi yang selama ini di kembangkan, sehingga sangat berpengaruh pada cara masyarakat memahami atau melihat suatu berita.

Kedua, karena pendidikan sebagian besar masyarakat yang masih rendah, sehingga rentan terpengaruh oleh isu-isu dan gampangikut-ikutan masyarakat yang lainnya, meskipun isu tersebut belum tentu benar.

Implikasi lain dari kecanggihan teknologi informasi adalah bahwa rahasia Negara yang selama ini terjaga denganketat akan mudahdi aksesolehpihaklain.

Perlengkapan teknologi yang modern seperti alat penyadap elektronik rahasia, komputer, kamera infra merah, satelit mata-mata merupakan sahabat aparat intelijen dari semua Negara.

Sebagai contoh penyadapan beberapa waktu lalu yang di sinyalir dilakukan oleh Negara-negara tertentu terhadap Indonesia, telah menyadarkan kita semua betapa pentingnya mengenali dan memahami cara kerja alat-alat komunikasi dan informasi sekaligus membentengi sistem informasi kita dari kemungkinan pembocoran atau penyadapan informasi rahasia.

Sejalan dengan hal itu, berbagai upaya, harus dilakukan untuk mencegah terjadinya penyebaran isu-isu yang negatif yang dibuat atau dihembuskan oleh pihak-pihak yangtidak bertanggungjawab atau oleh masyarakat sendiri yang tanpa disadari telah menjadi agent of issue, baik dari luar maupun dalam negeri yang hendak memecah belah bangsa Indonesia.

Secara internal TNI sebagai kekuatan inti dalam system pertahanan Negara, harus membentuk personelnya menjadi prajurit yang memiliki jati diri dan kepribadian Sapta Marga serta memiliki keahlian dan ketrampilan di bidang Teknologi Informasi dan Sistem Informasi agar dapat mempelopori upaya-upaya untuk mencegah isu-isu yang negatif di lingkungan masyarakat Indonesia.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan, diantaranya :


Pertama, pembinaan.



Untuk melaksanakan kebijakan dan strateginya secara optimal demi ketahanan masyarakat, maka diperlukan personel-personel yang tangguh, berkualitas dan mempunyai jiwa kejuangan yang tinggi.MakaTNI berupaya melakukan pembinaan dalam rangka meningkatkan profesionalisme personelnya di bidang komunikasi dan informasi dengan memperhatikan perkembangan-perkembangan yang terjadi di sekitarnya.

Dengan peningkatan profesionalisme di bidang komunikasi dan informasi diharapkan agar anggota TNI dimanapun berada tetap mempunyai semangat juang tinggi, sifat kepemimpinan dan kepeloporan dalam upaya optimalisasi ketahanan masyarakat Indonesia terhadap informasi.

Dengan sifat dan ketrampilan yang dimiliki, maka personel TNI dapat memberikan ketauladanan kepada masyarakat, sehingga masyarakat secara bertahap dapat mencontoh TNI untuk menangkal terhadap beredarnya isu yang tidak benar.

Kedua, Ketauladanan.



Seperti telah dijelaskan, bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia saat ini cenderung mudah percaya isu bahkan untuk menyebarkan isu yang belum tentu benar. Oleh karena itu sangat penting bagi setiap personel TNI untuk memberikan ketauladanan kepada masyarakat bangsa tercinta ini untuk menghilangkan atau mengurangi sikap mental yang mudah termakan oleh isu.

Ketauladanan yang ditampilkan adalah :


a. TNI sebagai organisasi, TNI menjadi pelopor memberikan informasi secara transparans, apabila tersebar berita negatif yang dapat menimbulkan disintegrasi bangsa. Sedangkan sebagai individu setiap personel TNI jangan terlalu mudah percaya isu yang belum di uji kebenarannya.

b. Setiap anggota TNI mampu memberikan contoh dalam hal disiplin pribadi yang merupakan dasar disiplin nasional. Hal ini ditampilkan dengan menerapkan setiap peraturan, norma ataupun hukum yang berlaku dalam setiap tindak tanduknya, disiplin pribadi juga mencakup keteguhan hati yang tidak mudah dibelokkan haluannya oleh isu, agitasi dan propaganda.

c. Menampilkan profil TNI yang tetap solid dalam menghadapi situasi apapun, walaupun misalnya diterpa isu yang menyatakan telah terjadi perpecahan dalam tubuh TNI.


Ketiga, pendekatan persuasif.


Anggota TNI harus mampu menumbuhkan keyakinan dalam diri masyarakat agar mereka menyadari bahwa kepercayaan terhadap informasi yang belum di uji kebenarannya adalah sangat merugikan persatuan dan kesatuan bangsa.

Diharapkan dengan keyakinan ini akan timbul kemantapan rasa harga diri masyarakat, merasa bahwa betapa rendahnya martabat bila memimpikan harapan-harapan kosong terhadap isu sesat. Di samping hal tersebut tentunya akan timbul suatu kesadaran untuk bertanggung jawab terhadap setiap tindak tanduknya.

Untuk dapat melaksanakan upaya mencegah terjadinya penyebaran isu dengan metode pembinaan, ketauladanan dan persuasif dapat digunakan cara-cara penyampaian dalam bentuk ceramah atau sosialisasi melalui komunikasi sosial dan informasi lainnya, dengan sasaran seluruh lapisan masyarakat, agar dapat diharapkan terbentuknya masyarakat yang antisipatif terhadap isu yang negatif.

Peluang untuk melaksanakan upaya ini cukup terbuka lebar, karena pada hakekatnya, TNI AD cukup mempunyai sumber swadaya manusia atau human terutama disatuan-satuan Kowil untuk dapat diberdayakan dalam meningkatkan ketahanan masyarakat.

Akhirnya, sangat jelas bahwa dalam era globalisasi sekarang ini, yang ditandai dengan kemajuan Teknologi Informasi, kita senantiasa tidak hanya harus pandai menggunakan media Informasi, tetapi juga harus pandai mengelola dan menyikapi dampaknya.