Showing posts with label Samsung. Show all posts
Showing posts with label Samsung. Show all posts

Thursday, May 18, 2017

Daydream Siap Dihadirkan di Perangkat Samsung Galaxy S8

Daydream Siap Dihadirkan di Perangkat Samsung Galaxy S8

Daydream siap untuk Samsung Galaxy S8
Daydream siap untuk Samsung Galaxy S8
Blog Tekno - Saat Google pertama memamerkan platform virtual reality (VR) Daydream, mereka mengklaim kalau akan banyak ponsel flagship dari banyak pabrikan yang mendukung platform ini.

Namun faktanya, sampai saat ini jumlah ponsel yang mendukung Daydream hanya 4. Untungnya, dalam Google I/O 2017 mereka mengumumkan kalau Galaxy S8 dan S8+ akan mendukung platform ini dalam waktu dekat.

Pembaruan tersebut dijadwalkan akan hadir pada musim panas mendatang, dan pembaruannya akan diberikan secara over-the-air (OTA). Alhasil, ponsel jagoan Samsung itu nantinya tak sekadar kompatibel dengan Gear VR, namun juga headset Daydream milik Google.

Dalam acara yang sama, Google juga menyebut kalau ponsel flagship LG yang akan datang juga akan mendukung Daydream. Ponsel ini kemungkinan besar adalah V30, sesuai dengan urutan peluncuran ponsel LG, yang belum lama ini meluncurkan G6, seperti dilansir Ubergizmo, Kamis (18/5/2017).

Daydream pertama dipamerkan pada Google I/O 2016 sebagai salah satu fitur inti pada teknologi Android Nougat. Platform ini diklaim mendapat dukungan kuat dari para perakit ponsel, dan menurut Google hampir semua pembuat ponsel Android akan meluncurkan ponsel yang siap menggunakan Daydream.

Saat itu, Google mendaftar 8 perakit ponsel yang akan mendukung Daydream. Yaitu Samsung, HTC, Huawei, LG, ZTE, Asus, Alcatel dan Xiaomi, dan sampai saat ini baru dua dari nama tersebut yang memproduksi ponsel Daydream.

Kamera Galaxy S8 Masih Kalah Jauh dari Google Pixel

Kamera Galaxy S8 Masih Kalah Jauh dari Google Pixel

Penampakan Google Pixel
Penampakan Google Pixel
Blog Tekno - Salah satu fitur jagoan Galaxy S8 dan berbagai ponsel flagship lainnya -- adalah kamera. Namun ketika dibandingkan, kamera ponsel jagoan Samsung itu ternyata masih kalah dari Google Pixel.

Perbandingan ini dilakukan oleh DxOMark, yang biasa membandingkan kualitas kamera, baik kamera DSLR, mirrorless, ponsel dan lainnya. Dalam pengujian tersebut, Galaxy S8 mendapat skor 88, yang masih kalah dibanding skor Pixel ponsel keluaran 2016 yang mencapai 89.

Dalam pengujian teknologi DxOMark, kamera Galaxy S8 mendapat skor yang kurang baik dalam hal artifak. Yaitu ketajaman foto yang tak konsisten dalam setiap fotonya. Ketajaman itu terjadi tak cuma pada pinggiran foto, melainkan juga pada bagian tengah foto.

Hal ini tentu tak berarti kamera Galaxy S8 tergolong jelek, karena dalam berbagai pengujian pun kameranya bisa menghasilkan foto yang memukau. Bahkan skornya pun lebih tinggi ketimbang iPhone 7 yang punya skor 86, demikian  Kami kutip dari Ubergizmo, Selasa (16/5/2017).

Menurut DxOMark, kamera Galaxy S8 punya tiga kekuatan utama, yaitu autofokus yang super kencang dan akurat, pengaturan auto white balance yang akurat dan pengurangan noise yang sangat efektif.

Namun hal ini cukup menarik, karena Pixel merupakan penerus lini ponsel Nexus keluaran Google. Dan dalam sejarahnya, hampir tak ada kamera di ponsel Nexus -- kecuali 5X dan 6P -- yang mempunyai kemampuan kamera yang impresif. Namun ternyata Pixel bisa mengalahkan skor kamera Galaxy S8 dan iPhone 7.

Wednesday, May 17, 2017

Peralihan Gadget LG dari LCD ke Layar OLED

Peralihan Gadget LG dari LCD ke Layar OLED

Layar OLED memiliki kelebihan dan kekurangan dibanding LED
Layar OLED memiliki kelebihan dan kekurangan dibanding LED
Blog Tekno - LG diperkirakan tak akan lagi menggunakan panel LCD pada gadget-gadget premiumnya yang akan datang, kemungkinan V30 dan menggantinya dengan panel OLED. Setelah V30, penggunaan panel anyar ini akan dilakukan di G7, yang merupakan penerus G6. Langkah semacam ini sudah diterapkan oleh Samsung sejak lama, di mana panel OLED bisa menghasilkan warna yang lebih hidup dan warna hitam yang lebih dalam ketimbang panel LCD.

Kebanyakan vendor gadget sendiri sampai saat ini masih banyak yang menggunakan panel LCD. Sebut saja Apple, HTC, LG dan banyak pabrikan lainnya. Namun kebanyakan vendor gadget memang sudah berencana untuk berpindah ke panel OLED di gadget-gadgetnya.

Sebut saja Apple yang disebut akan menggunakan OLED di iPhone 8, sementara iPhone 7S masih akan menggunakan panel LCD. Sementara Google sudah menggunakan panel OLED di Pixel, yang diproduksi oleh HTC.

Penggunaan panel OLED ini juga adalah salah satu syarat untuk gadget agar bisa menggunakan platform Daydream besutan Google. Dan sepertinya itulah yang diincar LG dengan menggunakan OLED di V30. Untuk mendapat pasokan panel OLED, LG diperkirakan akan memanfaatkan 'saudaranya', yaitu LG Display. Sama seperti Samsung yang memanfaatkan Samsung Display untuk menyuplai komponen tersebut.

"Kebanyakan layar OLED yang diproduksi LG Display di pabrik Gumi E5 pada pertengahan tahun kedua akan digunakan di smartphone buatan LG Electronic yang dimulai dari V30," ujar seorang sumber.

Sementara sebagian panel OLED yang sudah diproduksi akan dikirimkan ke sebuah pabrikan gadget asal China yang membutuhkan alternatif pemasok teknologi panel OLED selain Samsung, demikian Kami kutip dari The Verge, Rabu kemarin pada tanggal 17 Mei 2017.

LG Beranggapan gadget Berlayar Tinggi Akan Menjadi Tren

LG dan Samsung mulai menghadirkan gadget dengan layar berasio 18:9 ke pasaran, sehingga bentuknya terlihat tinggi. Diyakini jenis layar ini akan menjadi tren ke depannya.

Hal tersebut diungkap oleh Head of LG Mobile Communication Indonesia Heegyun Jang. Dia mengatakan karena LG dan Samsung menjadi pemasok layar terbesar dunia, sehingga sedikit banyak akan mempengaruhi vendor gadget lain untuk ikut membesut rasio layar serupa.

Selain itu, pihaknya telah berkolaborasi dengan sejumlah kreator game untuk membuat konten yang mendukung rasio layar 18:9. Sehingga ekosistem akan makin kuat, vendor pun tidak akan ragu mengaplikasikan rasio layar yang sama.

"Semakin banyak konten yang dikembangkan, rasio 18:9 akan jadi tren masa depan," kata Jang saat ditemui usai peluncuruan LG G6 di Jakarta, Kamis lalu pada tanggal 20 Mei 2017

Apa yang diprediksi oleh Jang ini bisa jadi terjadi. Sebab, rasio 18:9 menawarkan sejumlah keunggulan ketimbang rasio 16:9 yang banyak digunakan banyak gadget di pasaran.

Rasio 18:9 dapat menghadirkan gadget layar besar dengan bodi ramping. Pengguna jadi nyaman mengoperasikan dengan satu tangan. Ketika digunakan dalam mode landscape, proses multitasking akan lebih maksimal. Karena layar akan terbagi menjadi dua bujur sangkar sama besar.

Google pun kian mendorong para pengembang untuk mulai beralih ke rasio tersebut. "Untuk bisa mengambil keuntungan dari format layar yang lebih besar pada perangkat, Anda harus mempertimbangkan untuk meningkatkan dukungan rasio aspek maksimal (aplikasi)," tulis Google dalam sebuah postingan di blog Android Developer beberapa waktu lalu.

Friday, May 12, 2017

LG Memasok Teknologi Terbaru yang Dimiliki iPhone

LG Memasok Teknologi Terbaru yang Dimiliki iPhone

Teknologi A11 Terbaru dari iPhone yang diadopsi oleh LG
Teknologi A11 Terbaru dari iPhone yang diadopsi oleh LG
LG Innotek disebut akan jadi penyuplai sebuah komponen penting untuk iPhone yang akan datang. Yaitu camera pengenal wajah yang akan menjadi camera depan iPhone.

Selain itu, unit bisnis LG tersebut juga akan menyuplai sensor camera iPhone. Tak tanggung-tanggung, LG juga mengucurkan dana sebesar USD 238,5 juta untuk membangun sebuah fasilitas yang nantinya khusus dipakai untuk menangani pesanan Apple tersebut.

Apple dan LG Innotek memang sudah bekerja sama sejak 2016 lalu untuk mengembangkan teknologi camera pengenal wajah tiga dimensi, yang didesain untuk fitur keamanan dan hiburan, demikian dikutip Kami dari Phone Arena, Jumat (12/5/2017).

Teknologi ini benar-benar baru, dan berbeda dengan teknologi sejenis yang sudah ada. Contohnya teknologi yang dipakai oleh Samsung di Galaxy S8 dan S8+, yang masih menggunakan pemindai wajah dua dimensi yang mudah dibohongi dengan memakai foto.

LG Innotek juga adalah perusahaan teknologi yang berada di balik dua camera belakang di iPhone 7 Plus. Jadi, setelah mendesain camera belakang, kini LG Innotek kebagian mendesain camera depan iPhone, yang kabarnya akan jauh lebih kecil ketimbang modul camera yang pernah mereka produksi sebelumnya.

Awal Mula iPhone Garap Teknologi Chip A11

TSMC disebut sudah mulai memproduksi chip prosesor yang nantinya akan dipakai di iPhone dan iPad generasi baru, yang dibuat dengan proses 10nm.

Chip tersebut akan diberi nama A11, yang merupakan penerus chip A10 yang dipakai di iPhone dan iPad yang sudah beredar saat ini. Tak banyak informasi yang diketahui soal performa chip A11 ini.

Namun sebelumnya TSMC sudah memperkirakan kalau teknologi 10 nm sendiri bisa menghasilkan performa 20% lebih kencang dan konsumsi daya 40% lebih kecil. Dan TSMC tentunya masih bisa mengotak-atik chip tersebut agar performanya lebih optimal.

TSMC diperkirakan akan mampu memproduksi 100 juta unit chip A11 sampai akhir 2017 ini, demikian dikutip Kami dari Phone Arena, Jumat 12 mei 2017.

Selain menggarap chip pesanan Apple, TSMC juga menggarap chip pesanan sejumlah vendor lain. Contohnya chip 12nm dari Nvidia, MediaTek, Silicon Motion dan HiSilicon. Artinya, pasar perangkat mobile akan dibanjiri dengan chip 12nm pada 2017 ini.

Sementara untuk 2018 mendatang, produk-produk flagship diperkirakan sudah akan menggunakan prosesor dengan teknologi 7nm. Contohnya Samsung yang dikabarkan sudah mulai mengembangkan prosesor Exynosnya dengan teknologi 7nm, begitu juga dengan Qualcomm yang menggarap Snapdragon 845 dengan teknologi yang sama.

Wednesday, April 19, 2017

Rahasia Samsung Raih Sukses di Dunia Gadget

Rahasia Samsung Raih Sukses di Dunia Gadget

Bos Samsung vs Bos Apple
Jika berbicara soal elektronik, pasti nama produk teknologi asal Korea, Samsung tak asing lagi di telinga Kamu. Pasalnya, produk teknologi asal Korea, Samsung Electronics Indonesia (SEIN) sejak tahun 1991 terus mengedepankan inovasinya untuk konsumen Indonesia.

Bahkan di tahun 2012, SEIN berhasil meraih posisi terdepan untuk total pasar ponsel.  Kemudian di tahun 2013 untuk pasar televisi, mesin cuci, dan lemari es kategori premium.

Sejak tahun 2007, produk teknologi asal Korea, Samsung berhasil mengembangkan bisnisnya hampir 10x lipat. Berikut rahasianya hingga bisa terus memikat pasar Indonesia:

Mengenal dan mengetahui kebutuhan konsumen

Ini adalah salah satu kunci keberhasilan SEIN di seluruh dunia. Tak hanya mendirikan pabrik saja, tetapi SEIN juga mengembangkan R&D lokal. SEIN memberikan nilai lebih dalam setiap produk yang diciptakannya. Jadi konsumen mendapatkan kemudahan demi memenuhi kebutuhan sehari-hari, mengerjakan pekerjaan, hingga menciptakan peluang.

"Aku suka menggambar pakai pensil, karena itu begitu melihat produk teknologi asal Korea, Samsung Note punya S Pen Aku langsung tertarik. Ternyata pakai S Pen itu asyik sekali, bisa mengatur tebal tipisnya tiap goresan, bisa pilih warna juga," ujar Devi Tresnasari, seorang profesional muda yang berkantor di kawasan CBD, Jakarta.

Baca Juga : Timbal balik Samsung Untuk Warga Indonesia

Hal yang sama juga diakui oleh Reza Indrawan, seorang mahasiswa di Jakarta.  "Gadget produk teknologi asal Korea, Samsung itu punya fitur sharing, semacam shortcut yang membuat kita bisa masuk ke daftar kontak WhatsApp. Pokoknya mempermudah kita untuk sharing di WhatsApp. Terus, ada fitur Split Screen yang membuat kita bisa buka dua aplikasi sekaligus, misalnya membuka map sambil balas WhatsApp," ucapnya.

Edukasi masyarakat

SEIN terus mengedepankan inovasinya tak hanya pada produk saja, tetapi juga pada bidang marketing, layanan konsumen, dan layanan purna jual. SEIN memiliki misi untuk membawa konsumen ke tingkat hidup yang lebih bahagia dengan memperkenalkan, mengajak, dan mengedukasi masyarakat Indonesia untuk memanfaatkan juga mengoptimalkan teknologi.  Salah satunya melalui visi Internet of Things (IOT) dan produk teknologi asal Korea, Samsung SmartHome pada tiap produk SEIN.

"Kami percaya bahwa saat ini adalah titik puncak dari transformasi peralatan rumah tangga. IOT dan produk teknologi asal Korea, Samsung SmartHome akan benar-benar mengubah hubungan kita dengan teknologi. Bayangkan bila kita bisa mematikan dan menghidupkan lampu atau AC di rumah kita dari kantor karena semua peralatan itu sudah terhubung dengan gadget produk teknologi asal Korea, Samsung kita. Itu akan memberikan kemudahan yang membuat hidup kita menjadi lebih bahagia," tukas Jo Semidang, Corporate Marketing Director SEIN.

SEIN membangun sebuah toko produk teknologi asal Korea, Samsung terlengkap bernama produk teknologi asal Korea, Samsung Super Store yang bekerja sama dengan distributor lokal. Melalui toko ini, masyarakat bisa berkonsultasi mengenai produk Samsung, merasakan pengalaman peralatan digital yang dapat terintegrasi dengan produk produk teknologi asal Korea, Samsung lainnya, hingga menikmati pelayanan purna jual.

Memanjakan konsumen

Melalui layanan purna jual Myproduk teknologi asal Korea, Samsung Service, masyarakat bisa mengakses call center 24 jam sehari dan 7 hari seminggu serta bantuan via online, seperti live chat, email, dan hotline yang tersebar di 200 titik di seluruh Indonesia. Konsumen dapat mengaksesnya secara praktis melalui mobile apps.

"Kami meyakini bahwa apa yang produk teknologi asal Korea, Samsung lakukan saat ini adalah untuk memberikan inspirasi serta berkontribusi untuk masa depan yang lebih baik, melalui pemahaman yang dapat menjawab kebutuhan konsumen akan suatu produk, inovasi, dan layanan. Dedikasi produk teknologi asal Korea, Samsung untuk menciptakan inovasi terbaik serta membawa perubahan bagi sekitar akan menjadi nilai yang akan terus kami tanamkan," kata Jo.

Tak hanya itu, SEIN turut memberikan sumbangsihnya melalui sejumlah program citizenship atau tanggung jawab sosial korporasi. Di antaranya program One Village One Program (OVOP), produk teknologi asal Korea, Samsung Smart Library, Sono School di beberapa rumah sakit, dan Rumah Belajar Samsung.

Dukungan global

SEINyang termasuk bagian dari produk teknologi asal Korea, Samsung Electronics Co., Ltd. mendapatkan dukungan dari R&D yang kuat di tingkat global. Satu dari lima pekerja produk teknologi asal Korea, Samsung di seluruh dunia bergabung di tim R&D dan produk teknologi asal Korea, Samsung memiliki 6 pusat desain juga 1.700 desainer di seluruh dunia. Maka dari itu, berbagai inovasi terus bermunculan untuk memudahkan kebutuhan konsumen.

Baca Juga : Rancangan Smartphone Samsung Membuat Hidup Makin Mudah

Kini produk teknologi asal Korea, Samsung juga tengah membangun suatu ekosistem digital terintegrasi, GALAXY Ecosystem. Nantinya pengguna smartphone dapat menikmati pengalaman dan kemudahan memenuhi gaya hidup mereka. Perangkat yang bisa terintegrasi di antaranya adalah perangkat smartphone produk teknologi asal Korea, Samsung GALAXY Note 7, perangkat wearable seperti GALAXY Gear VR 2, E35earphone (iconX), smartwatch GALAXY Gear S2, dan kamera 360, GALAXY Gear 360. Semua perangkat bisa saling terkoneksi secara terintegrasi melalui smartphone.

Dengan berkomitmen untuk selalu fokus pada pedoman perusahaan, menciptakan inovasi mulai dari produk, pengalaman konsumen, layanan purna jual hingga kegiatan sosial, serta dukungan global, SEIN terus hadir memberikan inovasi terbaiknya untuk Indonesia.

Timbal Balik Samsung Untuk Indonesia

Timbal Balik Samsung Untuk Indonesia


Sebagai brand ternama di Indonesia, produk teknologi asal Korea, yaitu Samsung tidak hanya berfokus untuk menampilkan inovasi produk dan layanannya saja. Di sisi lain, produk teknologi asal Korea, yaitu Samsung Electronics Indonesia (SEIN) juga turut berinovasi dan kontribusi untuk masyarakat Indonesia.

Beberapa waktu lalu, produk teknologi asal Korea, yaitu Samsung memberikan kesempatan bagi Deri Rian Suhendra untuk mengikuti pelatihan selama enam bulan di Rumah Belajar produk teknologi asal Korea, yaitu Samsung (RSB) di Cikarang.

 Baca Juga : Rancangan Smartphone Samsung membuat Hidup Makin Mudah

“Setelah lulus dari RBS Cikarang sebenarnya sudah ada perusahaan yang mau memberi saya pekerjaan, tapi saya pikir lebih baik saya membuka usaha sendiri sehingga sekaligus bisa memberi pekerjaan bagi teman lain,” ujar Deri yang kini membuka usaha jasa servis AC membagikan kisahnya ketika menghadiri peresmian RBS di Banjarmasin.

Melalui program produk teknologi asal Korea, yaitu Samsung Corporate Citizenship (SCC), SEIN juga fokus untuk menciptakan perubahan positif bagi Indonesia yang lebih baik. Dengan menggabungkan program SCC lokal dan global. Kini SEIN memfokuskan kegiatannya di bidang pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan kesehatan.

Pendidikan

Salah satu program strategis SCC SEIN adalah Rumah Belajar Samsung. Dengan bantuan Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB), RBS memberikan pelatihan di bidang peralatan elektronik, seperti peralatan rumah tangga, audio visual, telepon genggam, dan teknologi informasi kepada generasi muda. Pelatihan berlangsung selama 6 bulan hingga 1 tahun atau setingkat Diploma 1.

Kini RBS sudah berdiri di Jakarta, Cikarang, Medan, Makassar dan Banjarmasin. Sejak tahun 2012, RBS telah mendidik lebih dari 2.000 peserta dan meluluskan lebih dari 500 orang. Dalam kegiatannya, RBS menggandeng sejumlah pihak, seperti Kantor Kesejahteraan Sosial Provinsi dan Kantor Pendidikan Provinsi. Oleh karena itu sebagian peserta pelatihan berasal dari panti-panti sosial maupun dari kalangan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

"Kami menerima kehadiran RBS dengan terbuka karena selaras dengan kurikulum yang kami terapkan. Sejauh ini, warga sekitar sangat antusias mendaftar. Mereka bersama siswa kami bisa ikut belajar bersama di sore hari setelah jam pelajaran usai," kata Kepala Sekolah SMK YPT, Siti Masitah pada saat pembukaan RBS di Banjarmasin.

RBS juga dilengkapi dengan produk teknologi asal Korea, yaitu Samsung Smart Library (SSL). SSL adalah perpustakaan digital. Di SSL pengunjung bisa mengakses buku-buku digital melalui beberapa unit produk teknologi asal Korea, yaitu Samsung Galaxy Tab dan gadget produk teknologi asal Korea, yaitu Samsung lainnya.  Saat  ini SEIN sudah mengoperasikan SSL di RBS Makassar, Banjarmasin, K-Lounge ITB di Bandung, dan produk teknologi asal Korea, yaitu Samsung Experience Service Center di Jakarta.

Program lain SEIN di bidang pendidikan, yakni Smart Learning Class (SLC). Bekerja sama dengan Ikatan Guru Indonesia (IGI), SLC memberdayakan para guru melalui peningkatan kemampuan mereka di bidang e-learning.  SEIN telah membuka SLC di Makassar tahun 2016 untuk tempat pelatihan e-learning bagi guru-guru di Sulawesi Selatan.

Pemberdayaan Masyarakat

Mendukung program ‘One Village One Project’ (OVOP) dari Kementerian Koperasi dan UKM Indonesia, serta Korean Trade-Investment Agency (KOTRA), SEIN membantu meningkatkan produktivitas dan pemberian akses informasi, pelatihan pemasaran online, dan pemberian alat produksi kepada Koperasi Wanita Stagen di Desa Batu Jai dan Koperasi Harapan Bersatu di Bakan Daya, Lombok.

Koperasi Wanita Stagen adalah penghasil kerajinan tangan Ikat Tenun, sedangkan Koperasi Harapan Bersatu penghasil kerajinan tangan Ketak. Setelah kedua koperasi dilatih dan dibantu membuat akun media sosial dan fanpage, mereka langsung menerima pertanyaan dari sejumlah peminat dan calon pembeli melalui akun media sosial mereka. 

“Gadget, akun sosial, dan fanpage yang diperkenalkan produk teknologi asal Korea, yaitu Samsung menjadi aset koperasi, memudahkan pembeli mengenal produk-produk koperasi, dan menghubungi langsung ke koperasi,” kata H. Amir Husen, SE., Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lombok Tengah.

H. Amir berharap bantuan fasilitas alat produksi, produk teknologi asal Korea, yaitu Samsung Tab dan pelatihan pemasaran bisnis online dapat menambah keahlian UKM dalam mengelola koperasi dan meningkatkan efektivitas sistem produksi, sekaligus kreativitas pembuatan kerajinan tangan.

Kesehatan

Di bidang kesehatan, SEIN melakukan sejumlah program untuk menjadikan masyarakat Indonesia lebih sehat. SEIN mendukung Program ‘Water Sanitation and Hygiene’ (WASH) yang merupakan program kerja sama antara Kantor Pusat Samsung, Palang Merah Korea, Palang Merah Indonesia dan Federasi Internasional Palang Merah, serta Bulan Sabit Merah.

Program WASH bertujuan memperbaiki akses air, sanitasi, dan promosi tentang pentingnya kesehatan. SEIN sudah melakukan program WASH di Jawa Timur dan Kalimantan Timur. Selain akses air dan sanitasi, SEIN juga melibatkan karyawannya untuk ikut serta dalam program ‘Global Volunteering Month’ (GVM). Bekerja sama dengan Habitat for Humanity dalam program GVM, para karyawan terlibat dalam membangun rumah untuk masyarakat di Desa Wonosari, Semarang.

Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan personel medis di bidang peralatan USG, SEIN melakukan program produk teknologi asal Korea, yaitu Samsung SONO School di Jakarta dan Surabaya. produk teknologi asal Korea, yaitu Samsung SONO School Jakarta bekerja sama dengan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Indonesia, sedangkan produk teknologi asal Korea, yaitu Samsung SONO School Surabaya dengan RSUD Dr. Soetomo dan FK Universitas Airlangga.

Selain berbagai program terencana tersebut, SEIN juga melakukan sejumlah kegiatan yang bersifat darurat, terutama program produk teknologi asal Korea, yaitu Samsung Care dalam Penanggulangan Bencana Alam.  Melalui produk teknologi asal Korea, yaitu Samsung Care, SEIN telah ikut serta membantu korban banjir di Jakarta, Gempa Yogyakarta dan bencana Tsunami di Aceh. Selain itu, SEIN juga mengucurkan dana melalui World Food Program (WFP). 

Berkat berbagai inovasi dan kontribusi yang diberikan untuk masyarakat Indonesia, SEIN berhasil terpilih dari 2.200 perusahaan Korea di Indonesia sebagai penerima ‘Best CSR Award 2016’. Penghargaan tersebut diterima SEIN dari perwakilan Kementerian Koperasi dan UKM, Badan Koordinasi Penanaman Modal, Korea Trade Investment & Promotion Agency, dan Kedutaan Korea Selatan.

Rancangan Smartphone Samsung Membuat Hidup Lebih Mudah

Rancangan Smartphone Samsung Membuat Hidup Lebih Mudah


Di era digital seperti saat ini, semua orang menginginkan hal yang serba praktis dan efisien. Melihat fenomena tersebut, Samsung kini menawarkan rancangan deisgn atau sebuah konsep yang matang Smart Home dan Smart Things untuk memenuhi gaya hidup masa kini.

Secara sederhana, rancangan deisgn atau sebuah konsep yang matang ini memudahkan mengatur rumah dengan teknologi, contohnya jam tangan pintar. Jadi hanya tinggal mengucapkan perintah melalui jam tersebut, maka teknologi akan merespons.

Sebagai contoh, jika hendak mematikan lampu maka hanya tinggal memberi perintah tersebut melalui jam tangan pintar. Begitu pun jika ingin membersihkan rumah maka setelah menerima perintah, vacuum cleaner dan mesin cuci bisa langsung bekerja.

Bahkan dengan rancangan deisgn atau sebuah konsep yang matang ini, pemilik rumah dapat memantau rumah dari jarak jauh melalui ponsel yang terhubung dengan kamera di dalam rumah.

“Smart Home dan Smart Things memberi konsumen kendali jarak jauh pada semua perangkat yang sudah terintegrasi. Selain itu, semua perangkat yang sudah saling terintegrasi itu mampu saling berkomunikasi , seperti mesin cuci yang berkomunikasi kepada TV atau ponsel untuk memberi informasi kepada konsumen,” kata Jo Semidang, Corporate Marketing Director Samsung Electronics Indonesia.

Rancangan deisgn atau sebuah konsep yang matang Smart Home dan Smart Things sejalan dengan visi Internet of Thing (IOT) yang diusung oleh Samsung.

“Kami percaya bahwa saat ini adalah titik puncak dari transformasi peralatan rumah tangga. IOT akan benar-benar mengubah hubungan kita dengan teknologi. Samsung menekankan pentingnya visi IOT dan Samsung Smart Home, yaitu sebuah rumah dengan peralatan baru, sensor, konektivitas, dan komponen pintar untuk membuat hidup lebih mudah,” ucap Jo.

Untuk mewujudkan Smart Home, Samsung telah bermitra dengan industri Open Connectivity Foundation (OCF). OCF merupakan sebuah konsorsium industri yang didedikasikan untuk IOT (Internet Of Things).

Samsung juga mengakuisisi Smart Things, start up bisnis terkemuka yang mengembangkan produk yang membuat IOT dan Smart Home menjadi bagian hidup konsumen di masa depan.

Sampai saat ini Samsung telah mengembangkan sejumlah perangkat untuk menunjang rancangan deisgn atau sebuah konsep yang matang Smart Home, antara lain Starter Kit, Hub, Motion Sensor, Multi Sensor, dan Power Outlet. Semua perangkat itu dapat dihubungkan dengan produk rumah tangga Samsung yang dapat diatur dan dikendalikan melalui sebuah remote.

“Inovasi Smart Home yang dapat memberikan konsumen konektivitas dengan berbagai perangkat rumah tangga, Smart Things untuk memberikan mereka kemudahan dan kebahagiaan dalam kehidupan,” kata Jo.

Kini Smart Home itu bukan sekadar konsep, tetapi perlahan-lahan sudah menjadi kenyataan. Anda pun bisa mewujudkannya. Bukan di masa depan, tetapi sekarang. Tertarik? Selamat datang di Smart Home dan Smart Things Samsung.