Showing posts with label Motorola. Show all posts
Showing posts with label Motorola. Show all posts

Monday, April 24, 2017

Motorola Tidak Mau Berjualan Berlebihan di Indonesia

Motorola Tidak Mau Berjualan Berlebihan di Indonesia


Setelah lama hilang dan akhirnya kembali muncul di Indonesia, Motorola tak akan langsung memompa penjualan produk-produknya.

Pabrikan ponsel yang kini dimiliki oleh salah satu brand besar, Lenovo itu memilih untuk mengembalikan kesadaran publik akan nama Motorola, yang sudah 6 tahun menghilang dari Indonesia.

"Kami masih punya banyak pekerjaan rumah yang harus diperbaiki, untuk mengembalikan brand Moto, caranya dengan marketing campaign dan lain-lain," ujar Adrie Suhadi, Country Lead Lenovo Mobile Business Group Indonesia, selepas peluncuran Moto M di Jakarta.

Namun bukan berarti mereka tak mempunyai target penjualan di Indonesia, terutama untuk Moto M yang baru diluncurkan. Pasalnya di segmen harga tersebut, pasar ponsel di Indonesia ternyata sangat besar.

Secara total, ada 30 juta unit ponsel yang terjual di Indonesia pada tahun 2016. Dan di segmen menengah dengan harga Rp 2,5 juta - 4 juta, pangsa pasarnya sekitar 33%, alias sepertiganya.

"Pasarnya (ponsel kelas menengah) sekitar 10 juta unit dalam setahun, masa double digit aja kita nggak bisa?" ujarnya saat peluncuran Moto M.

Ditambah lagi, menurut Adrie, ke depannya Motorola masih akan meluncurkan ponsel-ponsel lain di Indonesia. Hal itu membuat Adrie yakin kalau Motorola bisa meraih pangsa pasar penjualan ponsel yang cukup besar di Indonesia.

Motorola Berbicara Soal Gadget Selfie

Pasar ponsel di Indonesia saat ini dipenuhi oleh bermacam ponsel yang menjual kemampuan selfie. Namun menurut Motorola, hal itu sebenarnya percuma kalau tak didukung performa ponsel yang mumpuni.

Anvid Erdian, Manager MBG 4P Lenovo Indonesia, saat peluncuran Moto M, menyebut ia memang tak menampik fakta bahwa saat ini banyak konsumen yang mencari ponsel dengan kemampuan selfie yang bagus. Namun menurutunya jangan hanya kemampuan selfie bagus yang dikedepankan, dan kinerja multi taskingnya tak diperhatikan.

Ditambah lagi, menurut survei GfK, pengguna smartphone di Indonesia rata-rata mempunyai 25 aplikasi yang aktif bersamaan di smartphonenya. Hal tersebut dinilai Anvid bisa membuat lambat performa ponsel jika spesifikasinya tak mendukung.

"Dengan Moto M kami ingin menyadarkan konsumen di Indonesia jangan melulu cari (ponsel) selfie tapi performanya melempem," ujar Anvid saat acara peluncuran tersebut.

Sementara di Moto M, Anvid mengklaim performa multi taskingnya sangat tinggi, karena menggunakan RAM berkapasitas besar, yaitu 4 GB. Tak cuma itu, Moto M -- seperti ponsel Moto lainnya -- juga menggunakan OS Android polosan, alias tanpa modifikasi yang bisa memperlambat kinerja ponsel.

Jadi ponsel itu seharusnya tak cuma mengedepankan satu fitur jagoan, melainkan juga harus nyaman dalam penggunaan sehari-harinya. Dan hal itulah, menurut Anvid, yang bisa didapat dari Moto M, yang tak cuma berdesain stylish dengan bodi aluminum namun juga mempunyai performa yang mengesankan.

Namun hal itu bukan berarti kamera selfie di Moto M jelek dan tak sebanding dengan ponsel-ponsel yang menjual fitur selfienya. "Ini bukan berarti jelek ya kamera selfienya, silakan dicoba saja sendiri," tutup Anvid.

Wow, Ini Dia Gadget Paling Murah Buatan Motorola

Wow, Ini Dia Gadget Paling Murah Buatan Motorola

Moto C Plus dari Motorola merupakan gadget termurah dan terlaris tahun ini
Moto C Plus dari Motorola merupakan gadget termurah dan terlaris tahun ini
Sampai saat ini, gadget murah Motorola yang paling menarik adalah Moto G5 Plus walaupun tak masuk Indonesia. Namun Motorola kabarnya berencana merilis gadget yang lebih murah dari itu.

Gadget tersebut akan bernama Moto C dan Moto C Plus, yang keduanya akan mempunyai layar berukuran 5 inch. Perbedaan antara keduanya adalah resolusi layar, yaitu non HD (854 x 480 pixel) dan 720p.

Selain itu, apabila Moto C Plus tersedia dengan konektivitas LTE, Moto C mempunyai varian 4G atau pun hanya 3G. Keduanya akan menggunakan prosesor dari MediaTek, walaupun belum diungkap serinya, sementara OS-nya adalah Android 7.0 Nougat.

Baca Juga : Pengembang MotoMod Dapatkan 13 Miliar Rupiah

Soal baterai, Moto C akan berkapasitas 2.350 mAh sementara Moto C Plus kapasitas baterainya mencapai 4.000 mAh, demikian Kami kutip dari Venture Beat, Rabu (12/4/2017).

Harga maupun waktu peluncuran duo gadget yang diyakini punya harga terjangkau ini belum terungkap sampai saat ini. Namun yang jelas keduanya akan tersedia dalam sejumlah pilihan warna, seperti hitam, emas, perak dan merah.

Pengembang MotoMod Dapatkan 13 Miliar Rupiah

Pengembang MotoMod Dapatkan 13 Miliar Rupiah

Salah satu produk dari Motorola yaitu MotoMod
Salah satu produk dari Motorola yaitu MotoMod
Rangkaian kompetisi dengan judul 'Transform the Smartphone Challenge' dan hackathon yang diadakan Motorola untuk memperbanyak aksesori MotoMod akhirnya selesai setelah terpilihnya dua orang pemenang yang berhak atas pendanaan sampai dengan USD 1 juta atau sekitar Rp 13 miliar.

Dalam tahap final, ada 13 tim yang berkompetisi dengan mempresentasikan konsep dan rencana bisnis Moto Mod-nya di hadapan tim panelis yang berasal dari Motorola, Lenovo Capital dan eksekutif dari operator Verizon, seperti yang Kami kutip dari blog resmi Motorola, Senin, 24 April 2017.

Ada dua tim yang menjadi pemenang utama dari kompetisi itu, yaitu Digiframe dan Macay TrueSound HiFi. Keduanya berhak atas pendanaan sampai dengan USD 1 juta, asalkan memenuhi aturan-aturan yang ditetapkan oleh Lenovo Capital.

Digiframe adalah tim yang terdiri dari dua orang, yaitu Andrius Valentukonis dan Ilja Laurs. Konsep MotoMod yang mereka tawarkan adalah menyulap Moto Z dan Z Play menjadi semacam kertas tempelan yang berisi bermacam informasi, dari prakiraan cuaca, kondisi lalu lintas, sampai agenda dan bermacam informasi lain yang tak terbatas jumlahnya.

Digiframe ditenagai standar web terbuka untuk pengembang widget pihak ketiga. Dan karena bahannya yang terbuat dari magnet, MotoMod ini juga bisa ditempelkan di kulkas untuk meninggalkan semacam memo atau daftar hal yang harus dilakukan.

Sementara Macay TrueSound HiFi digarap oleh Abigail Brown dan Yousef Alsayid, merupakan digital to analog converter (DAC) dan analog to digital converter yang akan memperikan input dan output auido untuk Moto Z.

MotoMod ini ditujukan untuk para musisi ataupun audiophile yang bisa memanfaatkan Moto Z untuk mendengarkan file audio dengan kualitas lebih tinggi dibandingkan melalui DAC bawaan yang ada di dalam ponsel.

Digiframe, Macay dan para finalis lainnya akan masuk ke dalam kelas Moto Mods Accelerator Program yang akan membantu mereka membangun konsep-konsep MotoMod-nya hingga siap dipasarkan.